Harry Potter and The Soul Reaper [The Confuse Hat]

Waawaa, akhirnya bikin lagi lanjutannya, setelah dilihat-lihat fanfict yg kemarin gw tulis
kok rasanya singkat bener yah? Tenang saja, itu baru prolog.. Gw berusaha supaya bab-bab
yang gw tulis akan lebih panjang daripada prolognya. Gw juga usahain ada ilustrasi untuk
tiap babnya. Jadi, maaf ya kalau keluarnya lama…

Kemarin, gw baru aja baca fanfict Bleach. Konyol. Tapi memberi gw inspirasi, akakakakak.
Yo wes, gw mulai lagi ya ceritanya…
Seperti biasa kalau ada dialog di bawah, itu aslinya bahasa Inggris cuma udah gw terjemahkan
demi kemudahan membaca.. wakakakakakkakakak.. ehek.. ehek.. uhuk.. hoek..

Selection...

=======================================================================================

Nyolot juga nih anak, batin aku. Peduli amat ama namanya, berasa namanya terkenal aja.
Heh, diem aja lo?” kata anak itu
Ya, udah sih, dah sono naik kereta, kau mau ke Hogwarts kan?
Anak itu terlihat terdiam dan berpikir, kemudian berkata lagi,
Lo murid Hogwarts juga, kayaknya gw ga pernah liat lo?”
“Emm, yah, calon murid baru aku.”
“Oooh, ya udah sono lo masuk kereta juga, penasaran gw, lo masuk asrama mana.”
“Emm, yah, ga tau juga ya.. makasih..”

Aku cepat-cepat ke kereta, walaupun dia nyolot ternyata baik juga.. hmm.. apa itu calon
kakak kelasku? Wew, nanti ada MOS ga yah di sana… [dikira sekolah Indonesia, namanya MOS?]

Aku mengangkat barang-barangku, barang-barang aneh yang katanya bisa sihir ini aku dapat
dari Seireitei. Yah, Soul Society maksud aku. Heran juga aku, ketua dapat barang-barang
beginian dari mana… keknya di Soul Society kagak ada warung yang jual beginian..
[emang d Soul Society ada warung?]

Aku duduk merenung, bengong? Hampir. Sampai akhirnya ada seseorang yang menegurku..
Hei… kau anak Hogwarts?”, kata seorang gadis yang rambutnya pirang, berombak, dan
hmmm manis sih anaknya, keknya lebih tua dari aku juga
Eumhh, belum sih, calon tapinya..”, jawabku
“Oh, Hogwarts akan kedatangan murid baru yah, tapi inikan bukan tahun ajaran baru?”
“Ya nih, aku juga bingung. Ini juga pertama kalinya aku ikut sekolah sihir”
“Haahahaha, aku bertaruh kau pasti senang di sana. Boleh aku duduk?”
“Oya.. ya, maap aku sampai lupa bilang silakan duduk..”

Namanya Hermione, Hermione Granger. Dia adalah satu murid Hogwarts, dan menurutku
pengetahuannya cukup luas, anak asrama Gryffindor. Hemh, aku jadi penasaran masuk
asrama mana… O ya baru kepikiran, anak nyolot tadi asrama mana yah?

Hermione! Ternyata kau di sini..”, panggil seorang anak cowo, rambutnya pirang juga
“Hei, kenalkan ini anak baru loo, namanya Itsuka Recca”
“Itsuka Recca?”
“Salam kenal”,
jawabku
“Hooh, namaku Ron Weasley”
“Dia juga anak Gryffindor loo”,
kata Hermione
“Ooh.. Memangnya cara menentukan masuk asrama tuh gimana?”

Ron dan Hermione saling berpandangan tersenyum, tapi tidak menjawab pertanyaanku
Kita lihat saja nanti“, kata Hermione

=======================================================================================

Untuk mempercepat waktu, dan lebih tepatnya aku dah bingung mau ngomong apa, ceritanya
keretanya dah nyampe aja… Heehehehehe… Terus bagian blablabla menuju Hogwartsnya
gw skip… he he heeh he he ehe he [males bener sih gw]

Hooooooooooooohh, gede“, kataku agak norak, sebenernya sih bukan agak lagi.. tapi
SANGAT norak, hohohoho, tapi urat malu aku dah kugunting kemarin, ekekkekekekk….
Yap, Sampai-sampai bisa tersasar“, kata Ron
Huooooo..” aku masih termangu-mangu melihat Hogwarts dari luar, tampak dalamnya gimana yah?

Thanks God, di kereta tadi aku dapat 3 temen baru, Hermione, Ron, dan Harry. Tapi keknya
mereka semua se-umur, jadi mereka bakal jadi kakak kelasku donggggg. Huhuhuhuhu….

Masuk Hogwarts.
Woooow, gede, gede…. Aku makin norak, tapi kutahan soalnya banyak orang, apalagi
ada anak nyolot yang tadi. Huuh, nanti dia sorak-sorak atas kenorak-an aku.. Buuu~

Seseorang berpakaian serba hitam menghampiriku, wajahnya ehmm datar, keknya dah tua.
Kau, Itsuka Recca kan?“, tanyanya, aku mengangguk pelan,
lalu dia menyuruhku mengikutinya sampai ke sebuah ruangan.
Dan dateng lagi orang tua, wow, yang ini udah tua banget, jenggotnya ampe bisa dikuncir..
Recca, shinigami?” tanyanya
Ah, iya. Tapi aku belum begitu mahir.
Heem, kau membawa pedangmu?
Aku tunjukkan pedangku di atas koper, orang yang berpakaian hitam tadi masih ada di belakang

Baiklah, Recca, untuk mencegah hal-hal yang bisa membuat heboh, aku harap kau tidak
mengeluarkan pedangmu..
“, katanya
wow, sudah ada peraturan, ckckck
Kalau ada hollow menyerang?“, tanyaku.. Yah sebenernya bisa sih kalau cuma hollow tanpa
pedang.. Tapi kalau yang datang Menos Grande??? Adjuchas?? Wah-wah bisa repot.. Hmmh
ada espada nyasar ke sini ga yah?? Keknya ga deh soalnya aku yang di utus ke sini, kalau
ada espadanya pasti kapten-kapten yang disuruh ke sini.. Yah.. semoga aja ga ada espada..

Ps: dalam cerita Bleach, Espada itu musuh yang paling kuat dari antara yang gw sebut tadi..

Yah, dengan pengecualian itu, kau boleh mengeluarkan pedangmu..
Oh.. ok, Sir?
Albus Dumbledore, kepala sekolah Hogwarts
Oh ya, maaf aku lupa namamu..
Tidak apa, oya guru di belakangmu itu namanya Severus Snape, dia guru ramuan”
“Ohh, Guru Snape, salam kenal

Snape hanya mengangguk tapi tidak berkata apapun.. Huoohh sombong juga dia..
O ya Sir, aku mau tanya Hollow yang muncul di sini seperti apa?”
“Hmmh, besar yang pasti karena tiba-tiba salah satu ruangan bisa hancur begitu saja..”
“Kau bisa melihatnya?”
“Ya.. sepertinya melihat hollow itu bukan hal yang luar biasa”
“Jadi, seluruh murid dan guru di sini bisa melihat roh?”,
tanyaku
“Tentu”,
jawabnya

Wah ternyata, nih sekolah mistis juga, kelihatan sih mistisnya masa lukisannya bisa
gerak-gerak sendiri.. dasar horor..

Kalau kau tidak ada pertanyaan lagi, Snape akan mengantarmu ke ruangan sementaramu,
kau beristirahatlah dulu, besok kau akan mulai sekolah di sini”,
kata Albus
“Terima kasih, pertanyaanku sudah cukup”,
jawabku pelan
“Kembali”

Snape mengantarku ke sebuah ruangan, ia tidak bicara apapun. Memandang ke arahku saja tidak.
Huuh. “Ini ruanganmu“, akhirnya Snape berbicara
Woow, bagus, terima kasih“, kataku
Ia membalikkan badannya hendak meninggalkan begitu saja
Tunggu… Kau tidak mengajarku apa-apa tentang ruangan ini Sir?
Kami sudah sengaja memilih ruangan yang tidak rumit untukmu.. Kau belum bisa sihir kan?
Yaa belommm, makanya mau minta diajarin..”
“Besok juga kau mulai sekolah
“, kata Snape, seperti menghindar untuk mengajariku, sial.
Aku tidak menjawab apa-apa. Sial juga guru ini, aku masuk ke ruanganku dan membereskan
barang-barang. Hemmm.. Albus tadi bilang ini hanya ruangan sementara, berarti aku tidak
perlu mengeluarkan semua barangku.. Yaayah… Tapi kenapa hanya sementara ya?? Apa aku
juga akan tinggal di asrama seperti yang lain??? Wah..

Esoknya…

Hoaaaamm.. Wah, udah pagi, kulihat di ujung kamarku ada sapu tua. Rasanya kemarin aku
tidak melihat sapu di situ…
Dengan langkah pelan aku berjalan ke sapu itu, setelah kulihat-lihat sepertinya sapu ini
bukan buat bersih-bersih…
Jangan-jangan sapu terbang..”
Aku naik ke atas sapu, “Ayo sapu, terbanglah..
Tidak ada respon, aku tidak melayang dari tanah. Huooh, sial. Ya udahlah aku bisa terbang
tanpa sapu sih..
Aku mengayunkan tangan, hembusan angin mengelilingi tanganku, dan akhirnya mengangkatku
beserta sapu..
Hehehe, akukan pengendali angin..

Ps: pengendali angin di sini mirip sama Aang yang di Avatar looh, yah ga perlu ada ceritanya
lah asal usul gw jadi pengendali angin, hehehehe…

Aku keluar dari jendela kamar, walaupun terlihat seperti bisa mengendarai sapu terbang,
sebetulnya tangankulah yang bermain mengendalikannya.. Yah, karena tidak tahu kemana, aku
asal saja.. sampai akhirnya tanganku pegal dan
WAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…

BRUKKK!!

Aku jatuh, menabrak jendela, untungnya ada pegangan di jendela itu, seorang anak laki-laki
yang ada di ruangan dalamnya melihat ke arahku, heran sepertinya, dan tertawa.

Hei, aku bukan monyet yang gelantungan tahu!” teriakku dari luar sambil menggedor jendela
Anak itu kemudian berjalan ke arahku dan menolongku, yah setidaknya ia menolongku..
“Kau anak baru? Harry cerita akan ada anak baru di sini”
Aku cemberut, tapi tetap menjawab, “Iya, namaku Recca”
“Hooh, ngapain kamu gelantungan di jendela??”
“Aku jatuh tahu, tuh sapuku ada di bawah”, jawabku kesal sambil menjuk ke arah bawah
“Namaku Neville”
“hmm, kau bilang kau tahu aku dari Harry, jadi kau anak Gryffindor juga?”
“iya, ini asrama Gryffindor, kau ada di mana?”

Aku menatap ke sekeliling, ruangannya besar, seperti ruang berkumpul begitu..
aku terpana agak lama
Recca?” Neville menyadarkanku dari lamunku melihat ruangan
Ah, aku belum tahu”, jawabku
“Oh, nanti pasti Dumbledore memberitahumu”
“Dia sudah bertemu denganku tapi belum memberi tahuku”,
jawabku lagi…
“Kok bisa? Nanti kau akan diberi tahu asramamu oleh topi”,
kata Neville
“Topi?”
“Ya, sebuah topi, hebat bukan?”

Ku kira anak ini bercanda, tapi mukanya ga kelihatan boong sih..
Bisa juga nentuin masuk asrama pake topi, kayak apa sih topi itu…

Dokk Dokk

Bunyi pintu di ketuk sebenernya sih bunyinya gak kayak gitu.. Itu mah bunyi mi dok2 yang
lewat kalau malem-malem.. -,-

Neville berjalan, membuka pintu, aku bisa melihat orang yang ada di luar.. itu..
Guru Snape!
Ada Recca di sini?”
“Ehm..”
Neville tidak berkata, ia hanya menunjukku yang berdiri termangu
Aku berjalan ke arah pintu, sepertinya Snape ingin bertanya padaku [ampe mupeng tuh]
Apa yang kau lakukan.. dengan sapu ini..?” ia mengangkat sapu yang tadi aku jatuhkan
Ehmm.. mencoba terbang?“, jawabku
Ini bukan sapu terbang..
HEeeeeeEEEEEEEEE aku setengah kaget, aku juga ga terbang pake sapu sih, jadi itu sapu buat
bersih-bersih..?
JELEK AMAT???

Aku diam, Neville terlihat kaget, Snape terus menatapku.
Ikut aku, Recca“, akhirnya Snape berbicara
Aku mengikutinya, Neville di belakangku menatapku..
heran..

Snape membawaku ke sebuah ruangan, banyak buku, apa ini perpustakaan? Aku tidak tahu.
Kau tidak mungkin terbang dengan sapu ini”, Snape berbalik ke arahku
“Aku memang terbang bukan karena sapu itu”,
jawabku
“Lalu dengan?”,
tanyanya
“Elemen..”,
jawabku
“Elemen? katakan padaku kau bisa mengangkat buku di situ tanpa menyentuhnya”
, ia menunjuk
sebuah buku tebal di ujung ruangan
Aku hanya mengangguk, tidak menjawab, mengangkat tanganku, lalu mengatur angin,
dan mengangkat buku itu
dengan angin.
“Elemen.. udara?”
“Yap..”, jawabku
“Jadi kau terbang seolah-olah naik sapu?”
“Ya, aku main-main tadi, maaf.”
“Kuharap kau tidak menggunakan elemenmu sembarangan”
“Baik, Sir”
, jawabku
Aku keluar dari ruangan itu, hendak kembali ke ruanganku
“Kau mau ke mana?”, tanya Snape
“Kembali ke ruanganku..”, jawabku
“Memangnya kau tahu?”
Aku menatap ke sekeliling, lalu menggeleng.. Ah, bedon juga..
Snape akhirnya mengantarku. Ah, guru maafkan aku~

========================================================================================

Sudah siang. Aku ingat Dumbledore menyuruhku untuk ke ruangannya siang ini, sejujurnya
aku lupa jadi aku minta tolong bantuan guru yang lewat untuk mengantarku..
Siapa ya namanya…
Yang matanya aneh itu…
Ah, Mad-Eye!

“Selamat siang, Sir”
“Siang Recca. Bagaimana kabarmu?”
“Baik, ngomong-ngomong aku belum merasakan kehadiran hollow..”
“Begitu? Ya, sudahlah, mari, aku akan membawamu ke sekolah, ini mantelmu”
“Trims, Sir”,
aku senang, mantelnya keren, hohohoho
“Kembali”
, Albus kemudian mengambil sebuah topi dan berjalan entah ke mana,
Aku mengikutinya dan..
astaga..ruangan besar! Yang ini beneran besar banget~ Norak dah norak deh…

Albus menyuruhku untuk menunggu sebentar di luar ruangan, aku menurutinya.
Di ruangan itu banyak anak-anak, mereka duduk di meja makan. Empat meja makan besar
yang terpisah… Aku bisa lihat ada Harry, Hermione, Ron, dan Neville di satu meja
makan yang sama.. Wah, jangan-jangan pembagian meja juga berdasarkan asrama yah…
Aku terus mengintip dari luar..

Albus berjalan meletakkan topi itu di sebuah kursi lalu duduk di sebuah kursi yang
letaknya seperti di tengah dan memukul-mukul sesuatu..
Semua anak diam dan memandang ke arahnya…
Albus mulai bicara,
Hari ini kita kedatangan murid baru..”
ia berhentikan sejenak dan memandangku ke arahku, seolah menyuruhku masuk
Aku masuk ke ruangan itu, aje gile, jadi murid baru di sini gila ya,
masih mending jadi anak baru di Indonesia cuma diliatin anak-anak sekelas.. Lah ini…
Banyak banget???

Seperti yang udah aku bilang sebelumnya, untungnya urat malu udah putus, aku berjalan
terus ke dalam ruangan dan Albus berkata, “Silakan duduk di kursi itu” sambil menunjuk
kursi yang tadi diletakkan topi.
Aku duduk sambil memangku topi itu,
sambil melihat ratusan anak lainnya yang kayaknya juga ngeliatin aku..
kayak ngeliat setan aja buset…
Namanya Itsuka Recca, mulai hari ini dia akan belajar sihir di sini…”
“Pakai topi itu, Recca”
, kata Albus lagi
Aku memakai topi itu..

Topi : Recca?

Aku : Topi?? Kau bisa baca pikiranku?

Topi : Tentu, aku adalah topi yang akan menyeleksimu kau masuk ke asrama mana..

Aku : Oh, jadi kau topi yang dibicarakan Neville..

TS : Hohohoho, tunggu sebentar ya..

Ps: TS = Topi Seleksi

Aku : Aku masuk mana??

TS : Kamu anak yang berani…

Aku : Ah, ngga juga

TS : Tapi keberanianmu hanya kuat apabila kau bersama orang lain

Aku : Emang iya, makanya aku bilang ngga juga tadi…

TS : Kamu malas

Aku : Emang.. mang nape?

TS : Kamu tidak suka kecurangan

Aku : Ya, iyalah.. tapi kalo main game aku suka pake cheat loooo

TS : Kamu irit yang menjurus pelit

Aku : Iyaaaa, emang apa hubungannya??

TS : Kamu.. agak gila

Aku : Wew, tahu aja, hhehehehe

TS : Kamu ceroboh

Aku : Bingo..

TS : Kamu.. teledor

Aku : wew, apa bedannya ama ceroboh?

TS : Kamu petakilan..

Aku : Iya donggg. hehehe

TS : Kamu suka film sadis?

Aku : Iyaaa, emangnya nentuin aku masuk mana yah??

TS : Kamu agak egois

Aku : Yaa iyaaalahhh, masa ya iya sih…, apalagi ya iya dong….?

TS : Kamu ga suka makan?

Aku : Iya Pak Topiiii, buset dah orang ngeliat aku juga tahu aku ga doyan makan~~

TS : Kamu ga suka pelajaran Sosiologi

Aku : Waduh… emang disini ada pelajaran sosiologi?

TS : Kamu ga malas-malas amat

Aku : Hmmh, mungkin

TS : Kamu suka tidur??

Aku : Emang kenapa?? Kalau liburan aku hibernasi looo

Ts : Apa pendapatmu tentang Kau-tahu-siapa?

Aku : Hahh? Apaan tuh??

TS : Hah, sekarang aku tanya, kalau kamu bisa milih, kamu mau masuk mana?

Aku : Emang aku tahu bedanya?? Kagak Pak Topi..

TS : Oh, jadi kamu gak tahu..

Topi itu terus membaca pikiranku, aku terus saja menyahut-nyahut di benak sambil memandang
ke sekeliling, aku lihat Hermione tersenyum sambil melambaikan tangannya.

TS : Kamu kuat kalau kepepet

Aku : Ehm, namanya juga kepepet..

TS : Kamu…

Aku : Ah, Pak Topi nih, kamu.. kamu.. mulu.. sebenernya aku masuk mana???

Topi itu diam sejenak, aku jadi bingung, mereka yang duduk di meja makan juga bingung
kenapa lama banget aku duduk di situ, kayak betah bener..
Ya kagaklah, ini topinya lama nih…
Albus juga terlihat bingung…
Yah, aku diem aja, sambil lirik kanan-lirik kiri.. Hii~ ada Malfoy, tapi ga semeja ama
Harry dkk?

Aku : Gimana Pak Topi.. aku masuk mana?

topi itu diam lagi.. buset dah kayak komputer pentium 1 saja nih topi.. lama bener…

TS : Sebenarnya aku bingung mau masukin kamu ke mana… Kamu aneh sih..

Aku : Tapi aneh ga berarti harus bingung ampe stak gini kan??

TS : Baiklah..

Aku : Wow.. akhirnya.. apa Pak Topi??

TS : SLYTHERIN!!!

Topi itu berteriak, anak-anak yang berada di suatu meja yang sama kemudian bertepuk tangan
ramai, kemudian disusul oleh anak-anak yang lain hingga semuanya bertepuk tangan..
Aku melihat ke arah Albus, ia mempersilakanku duduk diantara mereka yang bertepuk tangan
dahulu..
Ohh. jadi ini anak Slytherin.. wah aku bukan Gryffindor..
Aku turun dari kursi itu dan berjalan ke arah meja Slytherin.. Mereka menyambutku
Wah aku senang, mereka baik-baik.., kulihat Hermione seolah kaget dan termangu ketika
topi itu menyebut Slytherin..
sebenarnya perbedaan antar asrama apa sih??

Aku duduk, kini aku punya asrama.. asik.. aku juga dapat teman-teman baru di Slytherin..
Jadi semakin penasaran apa aja yang ada di dunia sihir — di sini~~~~

=======================================================================================

Heh, heh capek juga nulisnya, gila pusing juga gw pas milih mau masuk asrama mana…
Soalnya gw ga bisa berprediksi bakal dimasukin mana… Namun atas pertimbangan ini-itu
dan juga lebih tepatnya demi kesinambungan cerita yang udah gw khayal2, hheehehe
Akhirnya kuputuskan.. Slytherin… huhuhuhu.. padahal mau di Gryffindor.. tapi..
gw nyadar diri kok.. Hufflepuff? Ah.. Gw gak sebaik itu… Ravenclaw.. ini lagi paling
ga mungkin, ga cocok banget ama gw.. Tapi masuk ke Slytherin.. not bad lah~~

Dan gimana hubungan antara Slytherin dan pekerjaan gw sebagai shinigami di sini??
Tunggu yah.. di bab berikutnya…

=======================================================================================

Harry : Kok gw nongolnya dikit sih?

Gw : Yah, maklum lah.. fanfict gw kan ga jelas, bahkan di benak gw, sama sekali ga
kepikiran ada lo di inti cerita…

Harry : Sialan juga lo.

Gw : Yah.. maap ya bang, gw cuma pinjem nama lo doang, akakakakakkkak

Harry : Hehh! Malah ketawa lagi, dasar, bikin cerita yang bener napa?

Gw : Ehmm. yah.. tapi atas permintaan temen gw, di bab berikut, cerita lo lebih banyak
dari bab ini.

Harry : Hooh, dasar.

Hermione: Gawat juga nih Recca

Gw : Iya, gw emang gaw2.. akakkakakakakk

Ron : Buset ga kebayang lo mau cerita apa deh ntar.. ckckck

GW : Akakakakkakakak [terus tertawa, sampai akhirnya ditinggal semuanya]

Hekekekekek, jangan lupa baca berikutnya ya..

Harry Potter and The Soul Reaper [School Day - New Incomer?]

9 Tanggapan

  1. Komentar oleh kuechtea on Juni 27, 2008 7:37 pm

    ini beneran dunia impian kaw kan…
    yah *membisu 1 juta kata
    hew2…knapa kaw turunnya di skulaan ya…bukannya di penjara Azkaban.
    disana kan banyak banged hollow nya i mean dementor yang….yaah kayak hollow tapi versi Harpotnya gituu wkkk
    mayan juga ya bacanya puanjaang gile..
    itu topinya buang ajah tu…dah soak
    cari yang core duo donk biar ga lama2 kayak gitu…skula sihir masa ngga punya modal si…hha

  2. Komentar oleh reccarebellion on Juni 28, 2008 6:49 am

    hakakak… wah, nantilah wa jalan-jalan ke azkaban.. lagi ngapain wa ngurusin dementor??

    hekekekek beliin wa topi yang kayak di Dufan waktu itu juga ga papa,ho3

  3. Komentar oleh warthnorule on Juni 30, 2008 8:29 am

    wew. lumayan dr pd bengong ato tdur. ya stdkny gw ketawa.

    si harry ga usah da ja. biarin kyk figuran jg gpp dah.

    let I guess, kau pilih slyblablabla soalny kepala asrama ny si seperus senape..

    hohoho.
    jd laper..
    ini smua salahmu! nulis mie dok-dok aku jd laper… mie dok-dok kn liwatny mlm. hikss…

  4. Komentar oleh hanggadamai on Juli 3, 2008 2:58 pm

    wah panjang betul,, maap blm baca.. ini kunjungan balik…
    btw profilenya disetting biar ada urlnya ya..

  5. Komentar oleh HinaElric on Juli 4, 2008 6:53 am

    hueee,, panjang benerr,, jadi males baca,,
    ho3,, piss…
    nanti de kalo sempettt,, billing warnet na uda mw abis c,,
    ini komenna dulu dhe,, hhehe..

  6. Komentar oleh HinaElric on Juli 4, 2008 6:53 am

    ehh,, btw cara pasang foto disini gmn?

  7. Komentar oleh warthnorule on Juli 7, 2008 4:13 am

    @ hina elric: pake add media aja :p

    recca >..< sebel

  8. Komentar oleh reccarebellion on Juli 8, 2008 4:38 am

    @warthnorule: makasih2.. wah mi dok2 dah lama ga makan..
    @hanggadamai: oh ya makasih..wohh, gimana ya caranya, gw kan newbie, mohon bantuannya pak…
    @hinaelric: wah udah ada yang di jawab, tapi makasih dah nyempetin ke sini..
    jangan lupa baca yaaa..

  9. Komentar oleh kafu on Juli 13, 2008 11:39 am

    jgyaaaahhh!! halo hlao ratnaaaa
    kunjungi blog gw juga yeah? wokokokokk~
    http://sapu-sapu.blogspot.com

    btw, sejak kapan kau suka harpot ampe addict gini? fufufu~
    ayo ikut indohogwarts!

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar